Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Alat Sangrai Kopi Tradisional Dibuat 3 Dosen Ini

Alat sangrai kopi tradisional nyaris tak lagi bisa dijumpai di zaman sekarang ini. Semuanya sudah pada menggunakan alat modern atau hasil ciptaan dari para ahli. 

Cari tahu juga tentang jual alat sangrai kopi manual, membuat alat sangrai kopi manual, alat sangrai kopi sederhana, alat sangrai kopi listrik, harga mesin sangrai kopi 10 kg, harga mesin sangrai kopi 5 kg, nama alat sangrai kopi tradisional, harga alat sangrai kopi manual

Baca Juga: Cara Menyangrai Kopi Jahe

Meskibegitu sekarang masih ada beberapa orang yang terus berinovasi untuk menjaga atau membuat Alat sangrai kopi tradisional sebab dinilai memiliki ciri khas tersendiri apabila digiling di tempat tersebut.

Alat Sangrai Kopi Tradisional

Alat Sangrai Kopi Tradisional Dibuat 3 Dosen Ini
Alat Sangrai Kopi Tradisional


Terbaru adalah Tiga dosen Univesitas Wijaya Putra (UWP) Surabaya, mereka Ully Asfari, Isnaini Muhandhis, dan Imam Kholik sukses membuat alat penyangraian atau penggorengan biji kopi secara semi kekinian.

Kami lakukan dedikasi dengan berinovasi alat penyangraian atau penggorengan biji kopi secara semi kekinian," kata Ully Asfari, Dosen Tehnik UWP Surabaya, Minggu (9/9).

Pengembangan ini, katanya sebagai wujud dedikasi riil yang sudah dilakukan pada warga langsung. Pengembangan ini di inspirasi dari ‘ngopi bareng' dan bercakap bersama orangtua di dalam rumah.

Baca Juga: Cara Membuat Bubuk Kopi Jahe

Waktu itu, tutur Ully, orang tuanya bicara berkenaan kelebihan kopi tradisional yang berada di Blitar. Perbincangan enteng ini jadi serius, dan pada akhirnya ada gagasan untuk menyaksikan dan me-modern-kan beberapa alat untuk penggorengan.

Sejauh ini, lanjut dosen berhijab ini, mekanisme produksi kopi yang sudah dilakukan di Blitar masih manual. Produsen kopi beraktivitas penggorengan di atas tungku tanah seperti wajan, hasil dari penggorengan itu jumlah produksinya benar-benar kurang.

"Pada sebuah jam, proses penggorengan hasilkan 1 kg. Jumlah itu masih kurang, karena keinginan kopi yang telah dimasak besar sekali. 

"Kan buang banyak keinginan, walau sebenarnya pasar besar sekali. Selanjutnya kami berunding untuk tingkatkan jumlah produksi yang dibuat," tutur ia.

Dari dialog itu, ke-3 dosen universitas yang mempunyai tiga lokasi ini memilih untuk saksikan langsung produsen kopi tradisional di Blitar, di Jalan Tanjung nomor 191 Blitar. Produsen itu mempraktekan proses penggorengan dengan manual, biji kopi dibolak balik sampai warna coklat gelap dan keluarkan wewangian uniknya atau dihitung waktu sekitaran 60 menit. Proses penggorengannya dilaksanakan dengan memakai arang, agar hasilnya bagus.

Dalam 1x penggorengan, biji kopi yang bisa diproses sekitaran 1 kilogam. Sehari ada 5 kg biji kopi arabika yang sukses diproses, hingga memerlukan waktu 5 jam untuk proses pemrosesan. 

"Proses yang sejauh ini dilaksanakan kami nilai kurang efisien. Kami berpikir dan membuat mesin penyangraian dengan tehnologi hybrid," jelas Isnaini Muhandhis, anggota team dedikasi warga UWP.

Isnaini menjelaskan, mesin penggorengan biji kopi ini direncanakan dengan tehnologi hybrid yakni dapat digerakkan dengan manual atau automatis. 

Mesin penyangrai terbagi dalam tungku tanah liat yang berupa tabung yang berperan untuk memuat biji kopi yang disangrai. Tungku dibikin dalam ukuran yang lumayan besar hingga bisa berisi 10 kg biji kopi dalam 1x pemrosesan.

Tungku dilapis dengan besi berlubang untuk percepat proses pemanasan, dan agar biji kopi bisa masak secara rata. Selanjutnya tungku ditempatkan di atas kerangka besi tebal selanjutnya kompor gas ditempatkan dibawahnya sebagai pemanas. Pemakaian bahan tungku dari tanah liat masih tetap dipertahankan supaya tidak mengubah cita-rasa tradisonal kopi arabika yang disebut ide produk partner produsen kopi.

Dari hasil uji-coba mesin penyangrai memperlihatkan mesin bisa memproses semakin banyak biji kopi dalam 1x pemrosesan. Mesin penyangrai bisa memuat 10 kg biji kopi sekalian, yang diproses dalam kurun waktu 1 jam dengan perincian 15 menit untuk pemanasan dan 45 menit untuk penyangraian.

"Mesin ini memakai dua kompor gas sekalian supaya biji kopi bisa masak dengan cepat dan rata. Pemutaran mesin bisa dilaksanakan dengan 2 langkah yakni memakai bor listrik atau dikayuh dengan pedal sepeda," papar Dosen alumnus ITS ini

Karena ada mesin ini proses sangrai jadi lebih cepat dan gampang. Biji kopi yang disangrai dalam mesin masak secara prima dan tidak mengganti wewangian biji kopi.

 Kualitas bubuk kopi yang dibuat selalu terlindungi dan proses sangrai jadi lebih higienis, karena proses penyangrainya dilaksanakan secara tertutup.

"Kami berasa senang, gagasan kami dapat menolong warga tingkatkan produksi penggorengan biji kopi," jelas Isnaini.



rumi
rumi salah satu blog yang membahas mengenai seputar dunia game, asuransi, dan merajut. Baik game offline maupun game online. Baik itu download game dan juga game gratis.