Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Roasting Kopi yang Benar

Cara Roasting Kopi yang Benar - Jika sebelumnya kami pernah mengulas soal perbedaan level sangrai/roast level saat Anda beli kopi, kali ini kami akan bahas sedikit apa yang terjadi saat biji kopi disangrai dengan 'gaya' berbeda dan bagaimana hal tersebut memengaruhi kopi yang Anda cicipi.


Sebaiknya cari tahu juga roasting kopi manual, teori roasting kopi, suhu roasting kopi, grafik roasting kopi, waktu roasting kopi, pengaturan api roasting kopi, roasting kopi sederhana, kesalahan roasting kopi

Artikel ini merupakan bagian dari Cara Sangrai Kopi Yang Baik Dan Benar


Cara Roasting Kopi yang Benar

Cara Roasting Kopi yang Benar
Cara Roasting Kopi yang Benar


Pada dasarnya profil dan gaya sangrai yang kami bahas kali ini kami salin dari tutorial dari sejumlah sumber paling dipercaya yang kami dapatkan di internet. Disclaimer saja, pembahasan ini bisa saja akan sedikit subjektif, karena tiap penyangrai mempunyai penglihatan tertentu tentang coffee roasting. Walau demikian, kami harap Anda dapat memperoleh sedikit deskripsi yang berguna.


Tugas sebagai seorang roaster adalah tugas yang tidak gampang dan memerlukan ketrampilan yang oke. Kenapa? Karena pekerjaan intinya untuk keluarkan kekuatan cita-rasa pada biji kopi yang disangrainya. Ini yang mengakibatkan tiap roaster mempunyai keunikan masing-masing saat menggongseng biji kopi.


Sebagai contoh, silahkan kita bahas kopi dari Kenya. Biasanya, kopi dari negara ini mempunyai rasa seperti buah-buahan dan rasa red wine yang ciri khas. Profil sangrai yang gelap akan hilangkan kekuatan rasa-rasa tersebut. Sementara profil sangrai akan memimpin hasil akhir saat diseduh.


Kebalikannya, silahkan kita mengambil contoh kopi Sumatera. Biasanya, kopi tipe ini mempunyai density tinggi jika disangrai muda dan akan berasa seperti buah-buahan yang kurang masak, tapi saat disangrai sampai second crack rasa-rasa spicy, bodi yang bundar dan kesan-kesan earthy yang bagus akan berasa sampai ke permukaan.


Berdasar contoh di atas, karena itu Cara Roasting Kopi yang Benar atau profil sangrai berdasar level sangrai bisa diperbedakan sebagai berikut:


Ketika first crack (Light roast) Cara Roasting Kopi yang Benar

Warna coklat muda seperti warna kayu manis, dengan bodi yang enteng dan tingkat keasaaman yang enteng. Biji kopi pada babak ini kelihatan kering; belum juga berkembang secara penuh dan belum kelihatan kekuatannya. Kelembapan sudah dikeluarkan, tetapi semua minyak essensial penting pada biji kopinya belum berkembang secara prima. Biji kopi masih pada tahapan terlampau awalnya pada babak eksothermic (hasilkan panas).


Akhir dari first crack (Light Medium Roast)

Pada babak ini, Anda akan dapat menyaksikan jika biji kopi akan warna coklat muda cukup gelap. Tingkat keasaamannya naik dan tingkat bodi naik. Pada tahapan ini, minyak akan tercipta dan lebih seperti kopi yang kita seduh pada biasanya. Tingkat profil sangrai ini bermanfaat untuk biji kopi dengan density menengah. Dan pas dipakai untuk tes cita-rasa atau cupping.


Diantara first dan second crack (Medium Roast)

Pada babak ini, biji kopi akan kelihatan warna coklat cukup gelap. Tingkat keasaman akan lebih naik dibanding babak sebelumnya dan dan bodi makin naik.


Dan pada tahapan ini biji kopi pada biasanya akan kelihatan kering. Profil sangrai yang banyak dicintai untuk biji dengan density rendah. Pas untuk berbagai sistem seduh manual. Biji masih juga dalam babak eksothermic, ke arah second crack.


Awal dari Second Crack (Medium Dark Roast)

Warna coklat yang menarik. Setetes kecil minyak mulai di atas biji kopi. Keasaman yang mulai menyusut dan bodi yang terbaik berada di babak ini. Second Crack telahd diawali dan susunan biji kopi mulai berbeda.


Profil sangrai ini ialah profil terbaik untuk espresso blend. Ini dapat di komparasikan dengan espresso blend Italia utara, yang mana banyak dicintai oleh beberapa espresso blenders professional.


Second Crack (Dark Roast) Cara Roasting Kopi yang Benar

Perbedaan dengan Cara Roasting Kopi yang Benar pada profil di atas ialah, saat untuk babak di atas betul-betul awalnya second crack biji kopi selekasnya dikeluarkan dari dalam mesin sangrai, sementara profil yang ini dinanti sampai 20 detik dari sejak awalnya second crack selanjutnya baru dikeluarkan dari mesin sangrai. Warna biji kopinya sudah coklat pekat ke arah hitam dan bercahaya tanda minyak banyak mulai keluar.


Rasa-rasa yang membahagiakan mulai lenyap, wewangian mulai menyusut dan rasa gosong mulai ada. Profil sangrai ini membuat bodi betul-betul tebal dan memimpin.


Full Second Crack (Full Dark Roast)

Yang ditujukan full second crack di sini ialah biji kopi sudah lewat 1 babak utuh dari second crack. Semua rasa sudah lenyap, wewangian betul-betul mulai lenyap. Profil sangrai ini ialah keunikan dari Italia selatan dan gaya espresso Amerika.


Rasa gosong hasil penyangraian berikut yang memimpin, dan karakter dari biji kopi betul-betul sudah lenyap.


Demikian sedikit pembahasan Cara Roasting Kopi yang Benar atau tentang profil sangrai dari beragam sumber. Kemungkinan Anda akan mendapati profil sangrai yang berbeda dengan pembahasan ini, tetapi minimal berikut beberapa jenis profil sangrai yang umum dijumpai sekarang ini.

rumi
rumi Salah satu blog yang membahas mengenai seputar dunia asuransi, merajut dan juga bisnis serta otomotif.